Jakarta – Perseteruan sengit soal kepemilikan akun gosip terbesar di Indonesia, Lambe Turah, masih menyisakan pedih. Nanda Persada, sosok yang selama ini disebut sebagai inisiator akun tersebut, angkat bicara dan membongkar klaim sepihak dari pihak lain yang mengaku sebagai admin utama.
Dalam wawancara eksklusif, Nanda menyebut nama Argo Dinar sebagai pihak yang secara diam-diam mengambil alih kendali akun Lambe Turah tanpa seizin dan sepengetahuannya. “Akun itu saya bentuk, saya rawat, dan saya kembangkan sejak awal. Tapi setelah akun mulai besar dan punya pengaruh, ada pihak yang tiba-tiba memonopoli kendali tanpa dasar hukum jelas,” tegas Nanda.
Lebih lanjut, Nanda mengungkap bahwa Argo tidak pernah terlibat dalam proses kreatif maupun konseptual awal akun Lambe Turah. “Dia bukan pendiri. Dia bukan pencetus ide. Tapi tiba-tiba muncul sebagai seolah-olah pemilik tunggal. Ini pembajakan digital,” katanya dengan nada kecewa.
Nanda bahkan menyebut bahwa selama bertahun-tahun, Argo telah memanfaatkan nama besar Lambe Turah untuk keuntungan pribadi, termasuk kerja sama endorsement, iklan, dan kontrak eksklusif dengan sejumlah pihak tanpa pelaporan dan transparansi ke tim awal.
“Saya punya bukti digital, rekam jejak, dan percakapan yang menunjukkan siapa sebenarnya yang memulai dan membesarkan akun ini,” ujar Nanda sembari menambahkan bahwa proses hukum sudah ia tempuh sejak lama.
“Publik berhak tahu bahwa selama ini mereka mengikuti akun yang dikendalikan oleh orang yang merebutnya secara diam-diam. Kredibilitas dan etika harus menjadi sorotan, apalagi ini akun dengan pengaruh besar,” lanjut Nanda.
Nanda berharap publik tidak lagi terkecoh oleh narasi yang dibangun sepihak. “Saya tidak akan diam. Ini bukan cuma soal akun, ini soal keadilan, hak cipta, dan etika digital,” pungkasnya.
