Jakarta – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi, menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan tidak terpancing provokasi menjelang pelaksanaan Reuni 212. Menurutnya, ada indikasi kuat bahwa narasi kasus KM 50 akan kembali dimainkan untuk memicu ketegangan dan membenturkan masyarakat dengan aparat negara.
“Kami mengingatkan umat agar tidak terjebak provokasi. Isu KM 50 sudah selesai secara hukum, ada putusan pengadilan yang sah dan bahkan telah dikuatkan oleh Mahkamah Agung,” tegas Habib Syakur dalam keterangannya, hari ini.
Ia menegaskan bahwa menjadikan kasus tersebut sebagai alat agitasi politik hanya akan melahirkan perpecahan dan permusuhan di tengah masyarakat. Padahal, umat Islam dituntut untuk menjadi perekat bangsa.
“Allah sudah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an, ‘Wa’tashimuu bihablillahi jami’an wa laa tafarraqu’ berpegang teguhlah kalian pada tali agama Allah dan jangan berpecah belah (QS. Ali Imran: 103),” ujarnya.
Habib Syakur juga mengutip hadits Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah: “Al-muslimu akhul muslim, laa yazlimuhu wa laa yahqiruhu” Muslim satu adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak boleh saling menzalimi dan merendahkan.
Menurutnya, memainkan isu lama yang sudah diputuskan secara hukum merupakan bentuk manipulasi emosional yang dapat merusak harmoni nasional. “Kalau ada pihak yang terus menggoreng isu KM 50, itu bukan untuk mencari kebenaran, tetapi untuk kepentingan politik. Umat harus cerdas,” katanya.
Habib Syakur mengajak masyarakat menjadikan momentum Reuni 212 sebagai ruang silaturahmi dan doa, bukan ajang memecah belah. “Jangan biarkan agenda umat dibajak oleh kelompok yang haus kepentingan. Kita ini bangsa yang besar, jangan mau diadu domba,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa menjaga kedamaian dan stabilitas nasional adalah bagian dari ajaran Islam. “Rasulullah mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang membawa maslahat bagi sesamanya, bukan yang menimbulkan fitnah dan kegaduhan.”
Menutup pernyataannya, Habib Syakur kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menghormati proses hukum yang sudah final.
“Kita hormati putusan pengadilan. Jangan ulang konflik lama. Saatnya umat fokus pada persatuan, pembangunan, dan kemaslahatan bangsa,” pungkasnya.









